Disebuah ruang latihan, Li Wei duduk sambil memikirkan sikap para guru dan tetua belakangam ini."Mungkinkah karena aku meninggalkan tempat ini setahun lamanya sehingga sikap mereka berubah kepadaku? Tapi tidak mungkin, aku masih merasakan perhatian mereka, hanya saja aku juga merasakan ada hal yang aneh dengan sikap mereka." Batin Li Wei.

Li Wei memutuskan untuk mencari tau kondisi sekte dari para murid lainnya, namun saat dia sedang berjalan di koridor sekte, secara tidak sengaja dia mendengar dua murid berbisik-bisik. Salah satu murid itu berkata, "Aku mendengar teriakan kesakitan dari rumah Ketua Sekte tadi pagi. Aku yakin itu suara Kakak Ling Mei."

Mendengar hal itu, Li Wei langsung mendekat. "Apa yang kau katakan? Apa kau yakin itu suara Kak Ling Mei? Bukankah dia lagi latihan tertutup?" tanyanya dengan suara tegang.

Murid itu terkejut dengan kedatangan Li Wei, lalu mengangguk pelan. "Ya, aku mendengar sekilas. Tapi Guru Yuan mengetahuiku dan menyuruhku kembali latihan. Dia bilang itu bukan urusanku dan dia tidak memperbolehkanku memberi tahu yang lainnya."

Li Wei mengerutkan kening, hatinya dipenuhi kecemasan. "Terima kasih," katanya singkat sebelum bergegas pergi.

"Bukankah para Guru mengatakan kak Ling Mei sedang latihan tertutup. Semoga kak Ling Mei tidak terluka seperti sebelumnya hingga hilang ingatan." Batin Li Wei cemas. Dia pernah mendengar cerita tentang masa lalu Ling Mei, bahwa ayahnya Ling Juan, yang diangkat sebagai wakil ketua Sekte Api Langit sangat keras melatihnya sejak kecil. Namun karena suatu hal, Ling Mei berhenti latihannya dan memilih hidup sebagai manusia biasa. Namun beberapa tahun lalu, karena sebuah peristiwa tragis, dia memulai kembali latihannya dengan keras. Dan hasilnya, kepalanya terbentur dan terkena Sambaran petir ketika salah satu tetua naik tingkat dan membuatnya hilang ingatan. Namun kemampuannya meningkat drastis hingga dalam tiga tahun, mampu menjadi master foundation emas hitam.

Dengan hati-hati, Li Wei menyelinap ke rumah Ketua Sekte. Dia menghindari para murid dan guru yang sedang berlatih, menggunakan jalur tersembunyi yang sering dia dan Ling Mei lewati. Saat mendekati rumah itu, dia mendengar suara lemah yang familiar, suara Ling Mei yang sedang kesakitan.

"Kak Ling Mei..." bisik Li Wei, hatinya hancur mendengar suara itu. Tanpa berpikir panjang, dia mendorong pintu dan masuk ke dalam.

Di dalam ruangan, Li Wei melihat para guru dan tetua berkumpul di sekitar tempat tidur. Ling Mei terbaring lemah, wajahnya pucat dan berkeringat dingin. Tangannya menggenggam erat seprai, sesekali mengerang kesakitan.

"Li Wei! Apa yang kau lakukan di sini?" bentak salah satu guru, wajahnya penuh keheranan dan kemarahan.

Li Wei tidak peduli. Dia langsung berlari ke sisi tempat tidur Ling Mei dan memeluknya erat. "Kak Ling Mei, aku di sini. Aku tidak akan membiarkanmu menderita sendirian," katanya dengan suara gemetar.

Para guru saling pandang, tidak tahu harus berkata apa. Salah satu dari mereka akhirnya mendekati Li Wei dan meletakkan tangan di bahunya. "Li Wei, kau tidak seharusnya ada di sini. Ini bukan tempat untukmu."

"Tidak! Aku tidak akan pergi!" teriak Li Wei, matanya berkaca-kaca. "Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia seperti ini?"

Salah satu guru menghela napas, lalu berkata dengan suara berat, "Ling Mei terkena racun yang sangat ganas. Kami sedang berusaha mencari penawarnya, tapi sejauh ini belum berhasil."

"Racun apa? Bukankah kalian bilang kak Ling Mei sedang latihan tertutup? Kenapa tiba-tiba keracunan dan kenapa kalian tidak bisa menyembuhkannya?" tanya Li Wei, suaranya penuh kepanikan.

Guru itu menggeleng. "Racun ini bukan racun biasa, namanya racun penyedot jiwa. Kami tidak memiliki penawarnya di sini. Jika dalam sehari kami tidak menemukan penawarnya, maka..." Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, tapi Li Wei mengerti maksudnya.

Mendengar penjelasan itu, Li Wei teringat pada Xiao Ling. "Xiao Ling! Dia pasti bisa membantu!" serunya tiba-tiba. "Dia pernah menyembuhkan penyakit kakakku di kota Huoling. Aku harus menemukannya!"

"Xiao Ling? Siapa dia? Apakah dia seorang tabib terkenal? Berasal darimana dia? Aku tidak pernah mendengar namanya." Kata salah satu guru.

Para guru saling pandang, ragu. "Li Wei, ini bukan saatnya untuk—"

"Tidak! Aku tidak akan duduk diam melihat Kak Ling Mei menderita!" potong Li Wei dengan tegas. "Aku akan menemukan Xiao Ling dan membawanya ke sini. Dia satu-satunya harapan kita!"

Tanpa menunggu jawaban, Li Wei berlari keluar dari ruangan, meninggalkan para guru yang kebingungan. Dia tahu waktu sangat berharga, hanya ada satu hari untuk menyelamatkan Ling Mei.

Dengan langkah cepat, Li Wei meninggalkan sekte. Dia tidak tahu harus mencarinya dimana tapi dia dengan penuh harap berlari menuju gerbang masuk sekte mencari petunjuk keberadaan Xiao Ling. "Kuharap dia tidak pergi jauh. Aku harus menemukannya secepat mungkin," batinnya sambil berlari mencari Xiao Ling.

Di tengah perjalanan, dia terus berdoa dalam hati, "Tolong, Xiao Ling, jangan pergi terlalu jauh. Kak Ling Mei membutuhkanmu."

Setelah Li Wei berlari keluar, Guru Yuan Hui terdiam sejenak. Pikirannya melayang pada pemuda yang pernah diusirnya belum lama ini—Xiao Ling. Dia mengerutkan kening, mencoba mengingat-ingat kejadian itu.

"Pemuda itu hanya Forging Qi tingkat dua," gumam Guru Yuan Hui dalam hati. "Meskipun dia berhasil melawan Formasi Api Nirwana, pasti itu karena dia memiliki artefak atau trik tertentu. Tidak mungkin seseorang dengan kekuatan selemah itu bisa mengalahkan formasi sekte kita."

Namun, di balik keraguannya, ada sedikit penyesalan. "Mungkin aku terlalu terburu-buru mengusirnya," pikirnya. Tapi dia segera mengusir pikiran itu. "Tidak, aku tidak salah. Dia hanya pemuda biasa yang kebetulan beruntung."

"Guru Yuan, kamu harus mengingatkan Li Wei agar berhati-hati berbicara." Kata salah satu tetua.

"Baik tetua." Kata Yuan Hui dengan tegang lalu berbalik pergi mengejar Li Wei.

Li Wei yang sedang berlari menuju gerbang sekte tiba-tiba berhenti karena mendengar sebuah suara yang sangat di kenalinya, guru Yuan. "Li Wei, tunggu!" panggil guru Yuan  dengan suara tegas.

Li Wei berhenti, wajahnya penuh ketidaksabaran. "Ada apa guru Yuan? Aku harus segera menemukan Xiao Ling!"

Yuan Hui mendekat, matanya menatap Li Wei dengan serius. "Aku mengerti perasaanmu, tapi kau tidak boleh memberitahukan kejadian tentang Ling Mei kepada siapa pun. Ini adalah urusan internal sekte. Jika sampai tersebar, bisa menimbulkan keributan yang tidak perlu."

Li Wei menghela napas, mencoba menahan emosinya. "Aku mengerti. Aku tidak akan memberitahu siapa pun. Tapi aku harus menemukan Xiao Ling. Dia satu-satunya yang bisa membantu Kak Ling Mei."

"Apakah kamu yakin jika dia memiliki cara untuk menyembuhkan Ling Mei?" Tanya guru Yuan dengan nada masih tidak percaya.

"Guru akan melihatnya nanti. Xiao Ling bukanlah pemuda biasa." Jawab Li Wei cepat.

Guru Yuan mengangguk pelan. "Baik, tapi berhati-hatilah. Jangan sampai kau menarik perhatian yang tidak diinginkan."

Dengan hati-hati, Li Wei meninggalkan sekte dan mulai mencari Xiao Ling. Dia pergi ke tempat-tempat yang diperkirakan menjadi tempat tujuan Xiao Ling. Namun, setelah berjam-jam mencari, dia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Xiao Ling.

"Di mana dia?" gumam Li Wei frustrasi. Dia duduk di atas batu besar, matanya memandang ke arah jurang. "Aku tidak punya waktu untuk ini. Kak Ling Mei tidak bisa menunggu lebih lama."

Dia mencoba mengingat-ingat kata-kata Xiao Ling. "Dia bilang ingin menemui kak Ling Mei, pasti dia tidak akan tinggal jauh?"

Li Wei merasa putus asa, tapi dia tidak menyerah. "Aku harus terus mencari. Aku tidak bisa kembali tanpa membawa Xiao Ling," tekadnya.

Dia berdiri, menyeka keringat dari dahinya. "Mungkin dia sudah pergi ke tempat lain. Aku harus mencoba mencari di hutan atau desa terdekat."

Dengan langkah tegas, Li Wei melanjutkan pencariannya, berharap bisa menemukan Xiao Ling sebelum waktu habis.

Dalam kepanikannya, Li Wei lupa mengenai sebuah cara yang sangat efektif untuk menemukan posisi Lynx dimanapun dia berada.

